Kolom

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Rumah Baru bagi Marwah Ulama Indonesia

Ke mana umat harus berpaling ketika otoritas ulama institusional terfragmentasi oleh syahwat politik? Pertanyaan itulah yang dilontarkan Tuanku Taufik dalam tulisannya Berislam tanpa MUI (langgam.id). Jawaban yang ia tawarkan pun tegas: memindahkan kiblat pencarian ilmu dan agama kembali ke rahim kultural surau, sambil mendengarkan suara para “ulama sunyi” yang memilih jalan dakwah jauh dari hiruk-pikuk kekuasaan. Gagasan itu lahir dari pembacaan kritis atas dinamika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat beserta relasinya dengan sejumlah organisasi Islam. Di mata Tuanku Taufik, kontestasi kelembagaan telah menggerus kewibawaan moral ulama. Karena itu, ia menawarkan pergeseran kiblat otoritas: dari legitimasi organisasi menuju otoritas kultural

The post Rumah Baru bagi Marwah Ulama Indonesia appeared first on Langgam.id.

Kolom, MUI, UIN IB Padang

[POLA] Berislam Tanpa MUI?

olehMuhammad TaufikSosiolog UIN Imam Bonjol Padang Ruang publik keagamaan di Sumatra Barat belakangan ini menyuguhkan tontonan yang memuakkan. Ketegangan dan silang sengketa antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat, khususnya Panitia Musyawarah dengan ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) seolah menjadi menu pahit. Di permukaan, kisruh ini tampak seperti perdebatan teologis atau perbedaan metodologi dakwah. Namun, kalau diselami lebih dalam kita sedang menyaksikan sesuatu yang jauh lebih profan: kontestasi otoritas, politik representasi, dan perebutan ruang pengaruh di panggung kuasa politik dan ekonomi. Selama puluhan tahun, umat Islam di Indonesia, tak terkecuali di ranah Minang, telah

The post Berislam Tanpa MUI? appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Negeri Korupsi yang Terus Menggenang

Hampir setiap waktu, ruang publik dipenuhi kabar mengenai dugaan korupsi dengan nilai yang begitu besar hingga sulit dibayangkan oleh akal sehat. Angkanya bukan lagi miliaran rupiah, tetapi dapat mencapai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah. Belum selesai masyarakat mengikuti perkembangan satu perkara, perkara lain sudah muncul. Negeri ini seperti tidak pernah mengalami musim tanpa korupsi. Yang membuat keadaan semakin memprihatinkan bukan semata-mata besarnya nilai kerugian yang diduga terjadi, melainkan kesan bahwa korupsi telah menjadi fenomena yang terus berulang. Seolah-olah negeri ini berjalan di atas siklus yang sama dalam hal kasus terungkap, publik marah, penyelidikan berlangsung, perhatian bergeser, lalu muncul lagi perkara

The post Negeri Korupsi yang Terus Menggenang appeared first on Langgam.id.

Kolom, Tambud, Vasko

[POLA] Ketika Bapak Vasko Menyaksikan Anjing-anjing Menyerbu Ruang Kebudayaan

Esha Tegar PutraPedagang Rupa-rupa di Jakarta(Artikel ini saya dedikasikan untuk Om Bram, Muhammad Ibrahim Ilyas (1963–2026), yang pernah tinggal dan berproses di Taman Budaya Sumatra Barat. Judul artikel ini memiuh judul cerpen Kuntowijoyo “Anjing-anjing Menyerbu Kuburan”.) Seorang sahabat meminta saya meneruskan komentar pendek saya di laman Facebook tentang kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, ke Taman Budaya Sumatra Barat beberapa waktu lalu untuk menjadi catatan panjang. Sebenarnya, saya mengalami dilema ketika berbicara tentang Sumatra Barat, apalagi berbicara soal ekosistem seni dan budayanya. Di satu sisi, ada keinginan untuk terlibat dan ikut urun saran. Di sisi lain, setiap hendak ikut

The post Ketika Bapak Vasko Menyaksikan Anjing-anjing Menyerbu Ruang Kebudayaan appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Merajalelanya Ketidakintegritasan Membawa Negara Makin Sakit

Integritas adalah fondasi yang membuat sebuah negara dapat berdiri kokoh. Ia bukan sekadar kejujuran, melainkan kesatuan antara ucapan, tindakan, tanggung jawab, dan keberanian untuk memegang prinsip meskipun berada dalam tekanan. Integritas menjadikan kekuasaan dijalankan sebagai amanah, hukum ditegakkan secara adil, dan jabatan dipandang sebagai sarana melayani masyarakat. Selama integritas hidup, masyarakat masih memiliki alasan untuk percaya bahwa negara berjalan menuju tujuan yang benar. Sebaliknya, ketika integritas mulai mati, yang muncul bukan hanya perilaku tidak jujur, tetapi sebuah budaya ketidakintegritasan. Kebohongan menjadi hal biasa, kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat, dan berbagai penyimpangan perlahan dianggap sebagai kewajaran. Pada titik itulah

The post Merajalelanya Ketidakintegritasan Membawa Negara Makin Sakit appeared first on Langgam.id.

Kolom, Paradoks Era Digital

[POLA] Paradoks Era Digital

Langgam.id – Digitalisasi telah mengubah wajah dunia bisnis secara fundamental. Informasi yang dahulu hanya dimiliki produsen, kini berada di tangan konsumen. Melalui telepon genggam, seseorang dapat membandingkan harga berbagai produk, membaca komposisi, menelaah kandungan gizi, mengakses ulasan pengguna, bahkan memperoleh hasil penelitian ilmiah mengenai kualitas suatu produk hanya dalam hitungan detik. Era digital telah menciptakan pasar yang jauh lebih transparan dibandingkan era sebelumnya. Secara teoritis, kondisi tersebut seharusnya melahirkan konsumen yang semakin rasional. Keputusan pembelian diperkirakan bergeser dari dominasi iklan menuju dominasi kualitas objektif. Produk dengan kualitas terbaik semestinya menjadi pemenang karena informasi telah tersedia secara terbuka bagi siapa saja.

The post Paradoks Era Digital appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Spektrum Keterbelian Intelektualitas

Intelektualitas adalah kualitas berpikir mendalam, kritis, sistematis, dan bertanggung jawab dalam memahami realitas. Ia tidak identik dengan gelar akademik atau jabatan profesor, melainkan karakter yang mendorong pencarian kebenaran secara terus-menerus. Seorang petani kritis, teknisi inovatif, atau dosen yang menguji asumsi secara objektif sama-sama dapat menunjukkan intelektualitas. Ia merupakan paduan pengetahuan, nalar, kejujuran, keberanian moral, dan tanggung jawab sosial. Dalam sejarah, kaum intelektual menjadi penggerak perubahan seperti penemu ilmu, perancang kebijakan, penjaga nurani publik. Karena itu, intelektualitas bukan sekadar aset pribadi, melainkan modal peradaban. Intelektualitas Memiliki Nilai Tukar Intelektualitas memiliki nilai pengaruh yang besar dalam politik, ekonomi, hukum, dan sosial. Pendapat

The post Spektrum Keterbelian Intelektualitas appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] PFII dan Ilusi Jalan Pintas

Pemerintah menempatkan Pusat Finansial Internasional Indonesia atau PFII sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi. Narasi ini terdengar ambisius dan menggoda. Indonesia ingin masuk ke peta pusat keuangan global, bersaing dengan Singapura, Hong Kong, dan Dubai. Pertanyaannya tetap mendasar: apakah persoalan utama Indonesia selama ini benar-benar ketiadaan pusat finansial internasional? Atau masalahnya justru terletak pada kepastian hukum yang lemah, birokrasi mahal, regulasi berubah-ubah, dan kualitas institusi yang belum konsisten secara nasional? PFII lahir dari logika yang mudah dipahami. Indonesia membutuhkan pembiayaan besar untuk infrastruktur, transisi energi, pangan, perumahan, hilirisasi, dan ekonomi digital. APBN tidak mampu menanggung seluruh kebutuhan itu. Perbankan juga memiliki

The post PFII dan Ilusi Jalan Pintas appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] (Masih) Ada Jalan Lain

Institute for Management Development (IMD) dalam IMD World Competitiveness Ranking yang dirilis pada Juni 2026 menempatkan Indonesia pada posisi ke-48 dari 70 negara. Posisi ini menempatkan kita di bawah Malaysia (15), Thailand (26), Vietnam (27), dan bahkan Filipina (47). Sementara itu, negara-negara dengan daya saing tertinggi masih dihuni oleh nama-nama yang relatif sama, seperti Singapura (1), Swiss (3), Taiwan (4), Denmark (6), Amerika Serikat (10), dan Tiongkok (12). Hal yang menarik meskipun tidak mengejutkan adalah posisi Indonesia sebenarnya mengalami penurunan cukup tajam. Pada 2025, Indonesia masih berada di peringkat ke-40, dan pada 2024 bahkan sempat menempati posisi ke-27. Mengapa negara-negara

The post (Masih) Ada Jalan Lain appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Waspadai Low Back Pain pada Perawat: Beban Kerja Fisik yang Sering Terabaikan

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanan kepada pasien selama 24 jam. Di balik dedikasi tersebut, terdapat berbagai risiko kesehatan yang sering kali luput dari perhatian, salah satunya adalah Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah. Low Back Pain merupakan keluhan yang sangat umum dialami perawat. Aktivitas sehari-hari seperti mengangkat pasien, membantu pasien berpindah tempat tidur ke kursi roda, mendorong tempat tidur, hingga mempertahankan posisi membungkuk dalam waktu lama memberikan tekanan yang besar pada tulang belakang dan otot punggung. Jika dilakukan berulang tanpa teknik yang benar, kondisi tersebut dapat memicu cedera dan nyeri kronis.

The post Waspadai Low Back Pain pada Perawat: Beban Kerja Fisik yang Sering Terabaikan appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top