Author name: Yazid Bindar

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Negeri Berdrama, Arah Menghilang

Sebuah negeri pada dasarnya membutuhkan arah. Arah itulah yang membuat perjalanan sebuah bangsa memiliki tujuan yang dapat dipahami oleh rakyatnya. Pergantian pemimpin boleh terjadi, kebijakan boleh berubah, dan zaman boleh bergeser, tetapi orientasi besar sebuah negara semestinya tetap dapat dibaca dengan jelas. Rakyat perlu mengetahui negeri ini hendak dibawa menuju mana. Apakah menuju kesejahteraan, keadilan, kemandirian, kemajuan teknologi, penguatan industri, atau sekadar bertahan dari satu persoalan menuju persoalan berikutnya. Indonesia pernah mengalami masa ketika arah pembangunan terasa lebih mudah dibaca. Ada kekurangan, ada kritik, bahkan ada berbagai persoalan serius dalam kehidupan politik dan demokrasi. Namun, negara mempunyai agenda besar yang

The post Negeri Berdrama, Arah Menghilang appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Bobolkah Benteng Integritas Perguruan Tinggi oleh Penyakit Korupsi Negeri?

Perguruan tinggi selama ini dipandang sebagai salah satu benteng terakhir integritas bangsa. Ia bukan sekadar tempat berlangsungnya proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang tempat kebenaran diuji, ilmu pengetahuan dikembangkan, dan nilai-nilai etika diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, perguruan tinggi memiliki kedudukan yang berbeda dari lembaga administratif biasa. Di dalamnya terdapat tradisi akademik yang menempatkan kejujuran intelektual, kebebasan berpikir, objektivitas, dan tanggung jawab moral sebagai fondasi utama. Di tengah berbagai persoalan disintegritas yang terjadi pada lembaga-lembaga negara, perguruan tinggi semestinya menjadi salah satu institusi yang relatif lebih tahan terhadap godaan korupsi. Namun, ketika muncul kasus dugaan

The post Bobolkah Benteng Integritas Perguruan Tinggi oleh Penyakit Korupsi Negeri? appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Vulnerabilitas Pemimpin Negeri

Seorang pemimpin yang ada di pusat kekuasaan seharusnya menunjukkan sosok yang dapat memberikan petunjuk, ketenangan, dan keyakinan kepada warganya. Akan tetapi, kenyataan kepemimpinan tidak selalu seideal demikian. Di balik kekuasaan yang terlihat kuat, dapat tersembunyi beragam kelemahan yang semakin tampak saat seorang pemimpin mengalami tekanan politik, ekonomi, sosial, dan internasional sekaligus. Kekuasaan formal yang signifikan tidak secara otomatis menciptakan kepemimpinan yang tangguh. Seorang pemimpin dapat tampak sangat berkuasa, tetapi pada saat yang sama kebebasannya semakin dibatasi oleh kepentingan politik, ketergantungan pada kelompok tertentu, tekanan ekonomi, kritik publik, serta kebutuhan untuk terus mengamankan dukungan politik. Gambaran itu mengindikasikan bahwa situasi kepemimpinan di

The post Vulnerabilitas Pemimpin Negeri appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Perguruan Tinggi Diperangkap Ranking dengan Plus Minusnya

Dalam dua dekade terakhir, ranking perguruan tinggi dunia dan regional telah berkembang menjadi salah satu ukuran yang sangat diperhatikan dalam pengelolaan perguruan tinggi. Pemeringkatan seperti QS World University Rankings , Times Higher Education (THE), Academic Ranking of World Universities (ARWU), serta berbagai pemeringkatan regional telah menjadi semacam papan skor yang digunakan untuk membandingkan perguruan tinggi antarnegara. Perguruan tinggi yang berada pada peringkat tinggi memperoleh pengakuan internasional, lebih mudah menarik mahasiswa, dosen, peneliti, mitra industri, serta peluang kolaborasi global. Karena itu, tidak mengherankan apabila banyak perguruan tinggi menjadikan peningkatan ranking sebagai bagian dari strategi institusionalnya. Bahkan, target tertentu dalam ranking sering

The post Perguruan Tinggi Diperangkap Ranking dengan Plus Minusnya appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Program Belanja Berselimut Bancakan?

Belanja pemerintah merupakan instrumen utama negara dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, pemerataan pembangunan, perlindungan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hampir seluruh sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, energi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, bergantung pada efektivitas program belanja pemerintah. Oleh karena itu, kualitas belanja publik tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga oleh kemampuan program tersebut menghasilkan manfaat yang nyata, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan, evaluasi program belanja selama ini lebih banyak berorientasi pada aspek kepatuhan administrasi, tingkat serapan anggaran, pencapaian keluaran dan hasil . Pendekatan tersebut telah memperkuat akuntabilitas tata kelola

The post Program Belanja Berselimut Bancakan? appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Sehatkah Pendidikan Tinggi Indonesia?

Pendidikan tinggi merupakan mesin utama yang menentukan apakah suatu bangsa mampu menjadi negara maju atau tetap terjebak sebagai negara berpendapatan menengah. Hampir seluruh negara yang kini menjadi pemimpin ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, China dan Korea Selatan, membangun universitas sebagai pusat penciptaan pengetahuan, inovasi, dan kepemimpinan nasional. Universitas tidak hanya berfungsi menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan teknologi baru, memberikan solusi atas persoalan bangsa, menjadi mitra industri, serta menjadi tempat lahirnya pemikiran-pemikiran besar yang mengubah arah pembangunan. Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang tidak kecil. Jumlah perguruan tinggi mencapai ribuan, dengan ratusan perguruan tinggi negeri dan ribuan perguruan

The post Sehatkah Pendidikan Tinggi Indonesia? appeared first on Langgam.id.

Kolom

[POLA] Harapan Kebaikan Demokrasi Elektoral Malah Berlabuh pada Ketidakintegritasan

Reformasi 1998 merupakan salah satu titik balik paling penting dalam sejarah Indonesia modern. Runtuhnya rezim Orde Baru melahirkan optimisme yang begitu besar bahwa bangsa ini akan memasuki era baru yang lebih demokratis, adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Demokrasi elektoral dipilih sebagai instrumen utama untuk memastikan pergantian kekuasaan berlangsung secara damai, terbuka, dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap warga negara untuk memilih maupun dipilih. Dalam bayangan masyarakat saat itu, pemilu yang bebas diyakini mampu melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat sekaligus integritas tinggi. Demokrasi dipandang sebagai pelabuhan terakhir tempat harapan rakyat akan kesejahteraan dan keadilan dapat diwujudkan. Harapan

The post Harapan Kebaikan Demokrasi Elektoral Malah Berlabuh pada Ketidakintegritasan appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Negeri Korupsi yang Terus Menggenang

Hampir setiap waktu, ruang publik dipenuhi kabar mengenai dugaan korupsi dengan nilai yang begitu besar hingga sulit dibayangkan oleh akal sehat. Angkanya bukan lagi miliaran rupiah, tetapi dapat mencapai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah. Belum selesai masyarakat mengikuti perkembangan satu perkara, perkara lain sudah muncul. Negeri ini seperti tidak pernah mengalami musim tanpa korupsi. Yang membuat keadaan semakin memprihatinkan bukan semata-mata besarnya nilai kerugian yang diduga terjadi, melainkan kesan bahwa korupsi telah menjadi fenomena yang terus berulang. Seolah-olah negeri ini berjalan di atas siklus yang sama dalam hal kasus terungkap, publik marah, penyelidikan berlangsung, perhatian bergeser, lalu muncul lagi perkara

The post Negeri Korupsi yang Terus Menggenang appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Merajalelanya Ketidakintegritasan Membawa Negara Makin Sakit

Integritas adalah fondasi yang membuat sebuah negara dapat berdiri kokoh. Ia bukan sekadar kejujuran, melainkan kesatuan antara ucapan, tindakan, tanggung jawab, dan keberanian untuk memegang prinsip meskipun berada dalam tekanan. Integritas menjadikan kekuasaan dijalankan sebagai amanah, hukum ditegakkan secara adil, dan jabatan dipandang sebagai sarana melayani masyarakat. Selama integritas hidup, masyarakat masih memiliki alasan untuk percaya bahwa negara berjalan menuju tujuan yang benar. Sebaliknya, ketika integritas mulai mati, yang muncul bukan hanya perilaku tidak jujur, tetapi sebuah budaya ketidakintegritasan. Kebohongan menjadi hal biasa, kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat, dan berbagai penyimpangan perlahan dianggap sebagai kewajaran. Pada titik itulah

The post Merajalelanya Ketidakintegritasan Membawa Negara Makin Sakit appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Spektrum Keterbelian Intelektualitas

Intelektualitas adalah kualitas berpikir mendalam, kritis, sistematis, dan bertanggung jawab dalam memahami realitas. Ia tidak identik dengan gelar akademik atau jabatan profesor, melainkan karakter yang mendorong pencarian kebenaran secara terus-menerus. Seorang petani kritis, teknisi inovatif, atau dosen yang menguji asumsi secara objektif sama-sama dapat menunjukkan intelektualitas. Ia merupakan paduan pengetahuan, nalar, kejujuran, keberanian moral, dan tanggung jawab sosial. Dalam sejarah, kaum intelektual menjadi penggerak perubahan seperti penemu ilmu, perancang kebijakan, penjaga nurani publik. Karena itu, intelektualitas bukan sekadar aset pribadi, melainkan modal peradaban. Intelektualitas Memiliki Nilai Tukar Intelektualitas memiliki nilai pengaruh yang besar dalam politik, ekonomi, hukum, dan sosial. Pendapat

The post Spektrum Keterbelian Intelektualitas appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top