MUI Sulsel Serukan Persatuan Nasional, Tegaskan Pembakaran Hutan Haram dan Tolak Hoaks Politik
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga stabilitas…
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga stabilitas…
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melontarkan sindiran tajam kepada…
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya…
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas berharap Kapolri…
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Cholil Nafis menegaskan buku Islam…
FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis buka…
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wacana penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi kembali mencuat. Wakil Ketua Umum…
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti fenomena pria yang mengenakan pakaian…
olehKa’batiJurnalis/Penulis (Tanggapan atas Tulisan Muhammad Taufik) Terenyuh hati saya membaca tulisan Muhammad Taufik di langgam.id tanggal 15/7 lalu yang berjudul Berislam Tanpa MUI. Dalam tulisannya dia menyebutkan bahwa berislam dengan MUI yang awalnya dibayangkan sebagai jalan ideal untuk menciptakan ketertiban kolektif, di mana fatwa menjadi rujukan dan organisasi menjadi wadah ukhuwah, hari ini justru berbalik arah. Pola berislam yang bersanad pada lembaga formal ini mulai menampakkan kerapuhannya ketika para elite di dalamnya terjebak dalam syahwat politik kelembagaan. MUI hari ini telah nyata-nyata menjadi ajang kontestasi otoritas, politik representasi, dan perebutan ruang pengaruh di panggung kuasa politik dan ekonomi. Untuk memerdekakan kesalehan personal dan relasi sosial umat
The post Musda MUI: Panggung Pertarungan Ideologi Patriarkhis dan Kudeta Maskulin appeared first on Langgam.id.
olehMuhammad TaufikSosiolog UIN Imam Bonjol Padang Ruang publik keagamaan di Sumatra Barat belakangan ini menyuguhkan tontonan yang memuakkan. Ketegangan dan silang sengketa antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat, khususnya Panitia Musyawarah dengan ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) seolah menjadi menu pahit. Di permukaan, kisruh ini tampak seperti perdebatan teologis atau perbedaan metodologi dakwah. Namun, kalau diselami lebih dalam kita sedang menyaksikan sesuatu yang jauh lebih profan: kontestasi otoritas, politik representasi, dan perebutan ruang pengaruh di panggung kuasa politik dan ekonomi. Selama puluhan tahun, umat Islam di Indonesia, tak terkecuali di ranah Minang, telah
The post Berislam Tanpa MUI? appeared first on Langgam.id.