Kolom

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Merajalelanya Ketidakintegritasan Membawa Negara Makin Sakit

Integritas adalah fondasi yang membuat sebuah negara dapat berdiri kokoh. Ia bukan sekadar kejujuran, melainkan kesatuan antara ucapan, tindakan, tanggung jawab, dan keberanian untuk memegang prinsip meskipun berada dalam tekanan. Integritas menjadikan kekuasaan dijalankan sebagai amanah, hukum ditegakkan secara adil, dan jabatan dipandang sebagai sarana melayani masyarakat. Selama integritas hidup, masyarakat masih memiliki alasan untuk percaya bahwa negara berjalan menuju tujuan yang benar. Sebaliknya, ketika integritas mulai mati, yang muncul bukan hanya perilaku tidak jujur, tetapi sebuah budaya ketidakintegritasan. Kebohongan menjadi hal biasa, kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat, dan berbagai penyimpangan perlahan dianggap sebagai kewajaran. Pada titik itulah

The post Merajalelanya Ketidakintegritasan Membawa Negara Makin Sakit appeared first on Langgam.id.

Kolom, Paradoks Era Digital

[POLA] Paradoks Era Digital

Langgam.id – Digitalisasi telah mengubah wajah dunia bisnis secara fundamental. Informasi yang dahulu hanya dimiliki produsen, kini berada di tangan konsumen. Melalui telepon genggam, seseorang dapat membandingkan harga berbagai produk, membaca komposisi, menelaah kandungan gizi, mengakses ulasan pengguna, bahkan memperoleh hasil penelitian ilmiah mengenai kualitas suatu produk hanya dalam hitungan detik. Era digital telah menciptakan pasar yang jauh lebih transparan dibandingkan era sebelumnya. Secara teoritis, kondisi tersebut seharusnya melahirkan konsumen yang semakin rasional. Keputusan pembelian diperkirakan bergeser dari dominasi iklan menuju dominasi kualitas objektif. Produk dengan kualitas terbaik semestinya menjadi pemenang karena informasi telah tersedia secara terbuka bagi siapa saja.

The post Paradoks Era Digital appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Spektrum Keterbelian Intelektualitas

Intelektualitas adalah kualitas berpikir mendalam, kritis, sistematis, dan bertanggung jawab dalam memahami realitas. Ia tidak identik dengan gelar akademik atau jabatan profesor, melainkan karakter yang mendorong pencarian kebenaran secara terus-menerus. Seorang petani kritis, teknisi inovatif, atau dosen yang menguji asumsi secara objektif sama-sama dapat menunjukkan intelektualitas. Ia merupakan paduan pengetahuan, nalar, kejujuran, keberanian moral, dan tanggung jawab sosial. Dalam sejarah, kaum intelektual menjadi penggerak perubahan seperti penemu ilmu, perancang kebijakan, penjaga nurani publik. Karena itu, intelektualitas bukan sekadar aset pribadi, melainkan modal peradaban. Intelektualitas Memiliki Nilai Tukar Intelektualitas memiliki nilai pengaruh yang besar dalam politik, ekonomi, hukum, dan sosial. Pendapat

The post Spektrum Keterbelian Intelektualitas appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] PFII dan Ilusi Jalan Pintas

Pemerintah menempatkan Pusat Finansial Internasional Indonesia atau PFII sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi. Narasi ini terdengar ambisius dan menggoda. Indonesia ingin masuk ke peta pusat keuangan global, bersaing dengan Singapura, Hong Kong, dan Dubai. Pertanyaannya tetap mendasar: apakah persoalan utama Indonesia selama ini benar-benar ketiadaan pusat finansial internasional? Atau masalahnya justru terletak pada kepastian hukum yang lemah, birokrasi mahal, regulasi berubah-ubah, dan kualitas institusi yang belum konsisten secara nasional? PFII lahir dari logika yang mudah dipahami. Indonesia membutuhkan pembiayaan besar untuk infrastruktur, transisi energi, pangan, perumahan, hilirisasi, dan ekonomi digital. APBN tidak mampu menanggung seluruh kebutuhan itu. Perbankan juga memiliki

The post PFII dan Ilusi Jalan Pintas appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] (Masih) Ada Jalan Lain

Institute for Management Development (IMD) dalam IMD World Competitiveness Ranking yang dirilis pada Juni 2026 menempatkan Indonesia pada posisi ke-48 dari 70 negara. Posisi ini menempatkan kita di bawah Malaysia (15), Thailand (26), Vietnam (27), dan bahkan Filipina (47). Sementara itu, negara-negara dengan daya saing tertinggi masih dihuni oleh nama-nama yang relatif sama, seperti Singapura (1), Swiss (3), Taiwan (4), Denmark (6), Amerika Serikat (10), dan Tiongkok (12). Hal yang menarik meskipun tidak mengejutkan adalah posisi Indonesia sebenarnya mengalami penurunan cukup tajam. Pada 2025, Indonesia masih berada di peringkat ke-40, dan pada 2024 bahkan sempat menempati posisi ke-27. Mengapa negara-negara

The post (Masih) Ada Jalan Lain appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Waspadai Low Back Pain pada Perawat: Beban Kerja Fisik yang Sering Terabaikan

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanan kepada pasien selama 24 jam. Di balik dedikasi tersebut, terdapat berbagai risiko kesehatan yang sering kali luput dari perhatian, salah satunya adalah Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah. Low Back Pain merupakan keluhan yang sangat umum dialami perawat. Aktivitas sehari-hari seperti mengangkat pasien, membantu pasien berpindah tempat tidur ke kursi roda, mendorong tempat tidur, hingga mempertahankan posisi membungkuk dalam waktu lama memberikan tekanan yang besar pada tulang belakang dan otot punggung. Jika dilakukan berulang tanpa teknik yang benar, kondisi tersebut dapat memicu cedera dan nyeri kronis.

The post Waspadai Low Back Pain pada Perawat: Beban Kerja Fisik yang Sering Terabaikan appeared first on Langgam.id.

banjir, Huntara, Kolom, LBH

[POLA] Mengapa Kemenangan Hukum Belum Tentu Menjadi Kemenangan Warga

OlehHabieb Aulia SufiPeneliti Keadilan Ekologis & Analis Kebijakan LBH Padang “Jadi apa saja yang selamat dari galodo kemarin, Pak?” Ali tersenyum kecil. “Alhamdulillah… anak dua, istri satu, sama dua helai seng.” Tangannya menunjuk ke atap rumah darurat berukuran lima kali enam meter yang kini ia tempati. Di antara lembaran seng baru pemberian Yayasan Al Azhar, terselip dua helai seng kusam yang ia pungut dari puing-puing rumah lamanya. Itulah satu-satunya bagian rumah yang berhasil ia selamatkan. “Katanya rumah sementara,” kata Ali, “tapi saya sudah hampir tujuh bulan di sini. Buat saya, ini sudah rumah tetap.” Sebelum galodo datang, Ali sedang membangun

The post Mengapa Kemenangan Hukum Belum Tentu Menjadi Kemenangan Warga appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Pelemahan Momentum Ekonomi

Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 masih tumbuh kuat secara tahunan, tetapi kehilangan akselerasi secara kuartalan. Data terbaru menunjukkan Produk Domestik Bruto tumbuh 5,61 persen y-on-y pada triwulan I-2026, sedangkan secara q-to-q terkontraksi -0,77 persen. Angka tahunan memberi kesan ekonomi tetap solid, tetapi kontraksi kuartalan memberi pesan lebih penting bagi pengambil kebijakan: mesin ekonomi tidak berhenti, tetapi tenaganya melemah. Karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia perlu membaca struktur pertumbuhan secara hati-hati, bukan hanya merayakan angka tahunan. Struktur data lapangan usaha memperlihatkan pelemahan momentum tidak merata. Beberapa sektor masih tumbuh tinggi secara tahunan. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen y-on-y,

The post Pelemahan Momentum Ekonomi appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Mahasiswa Didengar, Pemerintah yang Akomodatif dan Korektif

Sejarah Indonesia tidak pernah dapat dipisahkan dari sejarah gerakan mahasiswa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, mahasiswa telah menjadi bagian dari denyut kehidupan bangsa. Mereka hadir bukan sebagai kelompok yang mengejar kekuasaan, melainkan sebagai kelompok intelektual yang membawa gagasan, kritik, dan semangat pembaruan. Dari masa mempertahankan kemerdekaan, masa Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, Reformasi 1998, hingga era demokrasi saat ini, suara mahasiswa hampir selalu muncul pada setiap persimpangan sejarah bangsa. Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa bukanlah fenomena sesaat, melainkan salah satu institusi sosial yang telah tumbuh bersama Republik Indonesia. Karena itu, melihat gerakan mahasiswa semata-mata sebagai gangguan terhadap stabilitas pemerintahan merupakan cara

The post Mahasiswa Didengar, Pemerintah yang Akomodatif dan Korektif appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Corporate Finance di Era Keberlanjutan: From Managerial Ability to Market Stability

Bayangkan Anda sedang menumpang kapal besar di tengah badai. Ombak datang dari segala arah: gejolak ekonomi global, konflik geopolitik, hingga nilai tukar rupiah yang melemah. Di sinilah pertanyaan terpentingnya bukan seberapa besar kapal itu, melainkan seberapa andal nakhoda yang mengendalikannya. Itulah gambaran paling sederhana tentang kondisi pasar modal Indonesia hari ini: besar, terus tumbuh, namun penuh guncangan yang tak terduga. Pada akhir 2024, kapitalisasi pasar seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar Rp12,3 ribu triliun, angka yang luar biasa besar. Namun pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah sekitar 2,6 persen secara

The post Corporate Finance di Era Keberlanjutan: From Managerial Ability to Market Stability appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top