Author name: Donard Games

Kolom, Opini Pakar

Kemelekatan Budaya dan Peradaban Minangkabau

Persoalan tanah ulayat dalam pembangunan jalan tol telah menimbulkan perdebatan karena tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan juga warisan dan identitas antargenerasi. Demikian pula, wacana penggantian nama Bandara Internasional Minangkabau menjadi Bandara Syekh Burhanuddin memunculkan keinginan sebagian masyarakat untuk mempertahankan nama Minangkabau. Kedua fenomena ini dapat menunjukkan kuatnya ikatan masyarakat dengan identitas budayanya. Namun, ada pertanyaan mendasar: apakah keinginan mempertahankan simbol budaya juga diikuti kemampuan menghidupkan nilai-nilainya? Kita begitu peduli terhadap tanah ulayat, tetapi apakah sumber daya yang tersedia telah dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat? Kita bangga menjadi orang Minangkabau, tetapi sejauh mana generasi milenial dan Z memahami nilai-nilai

The post Kemelekatan Budaya dan Peradaban Minangkabau appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

Menguji Daya Tahan Kaum Muda

Ketika kaum muda menjadi kelompok dominan dalam struktur penduduk Indonesia, sejauh mana mereka menentukan wajah negeri ini? Bagaimana mereka menyikapi berbagai persoalan bangsa? Akankah respons tersebut melahirkan inovasi dan perubahan, atau justru bermuara pada frustrasi dan kehilangan motivasi? Pertanyaan-pertanyaan ini semakin penting di peringatan Sumpah Pemuda tahun ini. Kita berbicara tentang kaum muda: generasi milenial dan generasi Z yang mendekati 60 persen penduduk Indonesia. Dengan jumlah sebesar itu, kaum muda semestinya menjadi kekuatan penentu arah perubahan bangsa. Namun, yang terlihat belakangan justru kegelisahan, pesimisme, bahkan skeptisisme terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Di media sosial, misalnya, kaum muda yang sudah terhubung dengan

The post Menguji Daya Tahan Kaum Muda appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

(Masih) Ada Jalan Lain

Institute for Management Development (IMD) dalam IMD World Competitiveness Ranking yang dirilis pada Juni 2026 menempatkan Indonesia pada posisi ke-48 dari 70 negara. Posisi ini menempatkan kita di bawah Malaysia (15), Thailand (26), Vietnam (27), dan bahkan Filipina (47). Sementara itu, negara-negara dengan daya saing tertinggi masih dihuni oleh nama-nama yang relatif sama, seperti Singapura (1), Swiss (3), Taiwan (4), Denmark (6), Amerika Serikat (10), dan Tiongkok (12). Hal yang menarik meskipun tidak mengejutkan adalah posisi Indonesia sebenarnya mengalami penurunan cukup tajam. Pada 2025, Indonesia masih berada di peringkat ke-40, dan pada 2024 bahkan sempat menempati posisi ke-27. Mengapa negara-negara

The post (Masih) Ada Jalan Lain appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

Negeri di Persimpangan Jalan

Permintaan terbuka Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasco Ruseimy, telah disampaikan kepada Menteri Kebudayaan agar Sumatra Barat ditetapkan sebagai daerah istimewa pada momen malam puncak peringatan 100 tahun Jam Gadang (20/6). Ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah perasaan kolektif kita bahwa Minangkabau adalah sesuatu yang istimewa memang masih berakar pada kenyataan empiris, ataukah ia kini lebih banyak hidup sebagai romantisasi masa lalu? Pertanyaan ini penting karena status keistimewaan tidak cukup hanya ditopang oleh kebanggaan masa lalu. Ia harus diwujudkan dalam praktik sosial, kualitas sumber daya manusia, daya saing ekonomi, serta kemampuan masyarakatnya dalam membangun peradaban yang relevan dengan tantangan zaman. Jika tidak,

The post Negeri di Persimpangan Jalan appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

Kembali ke Pangkal Jalan

Sebagian besar dosen, peneliti, dan pelaku pengabdian masyarakat di Indonesia tampak tercenung ketika mengetahui bahwa total pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat nasional pada tahun 2026 hanya sekitar Rp1,7 triliun. Angka tersebut tentu tidak kecil. Namun perspektif berubah ketika angka itu dibandingkan dengan alokasi Rp335 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun yang sama. Di media sosial, muncul komentar sinis sekaligus reflektif dari kalangan akademisi: “Itu hanya setara dua hari MBG.” Komentar tersebut mungkin terdengar berlebihan. Namun sesungguhnya ia mencerminkan kegelisahan yang lebih mendasar mengenai arah prioritas pembangunan Indonesia. Potensi dan realita korups terkait MBG sudah terlalu nyata sedari

The post Kembali ke Pangkal Jalan appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top