Kemelekatan Budaya dan Peradaban Minangkabau
Persoalan tanah ulayat dalam pembangunan jalan tol telah menimbulkan perdebatan karena tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan juga warisan dan identitas antargenerasi. Demikian pula, wacana penggantian nama Bandara Internasional Minangkabau menjadi Bandara Syekh Burhanuddin memunculkan keinginan sebagian masyarakat untuk mempertahankan nama Minangkabau. Kedua fenomena ini dapat menunjukkan kuatnya ikatan masyarakat dengan identitas budayanya. Namun, ada pertanyaan mendasar: apakah keinginan mempertahankan simbol budaya juga diikuti kemampuan menghidupkan nilai-nilainya? Kita begitu peduli terhadap tanah ulayat, tetapi apakah sumber daya yang tersedia telah dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat? Kita bangga menjadi orang Minangkabau, tetapi sejauh mana generasi milenial dan Z memahami nilai-nilai
The post Kemelekatan Budaya dan Peradaban Minangkabau appeared first on Langgam.id.