Kolom

Kolom, Opini

[POLA] Intimasi Lintas Generasi: Antara Einstein, Kooders, Carson, Arung dan Saya

“Yah, bagaimana rasanya 50 tahun?” tanya Arung dalam perjalanan kami di Banda Aceh, pertengahan Mei 2026 yang lalu. Pertanyaan sederhana yang menyasar langsung ke jantung saya. Saya menatapnya, lalu mulai mereka-reka apa yang mestinya disampaikan. Ingatan saya terlempar dua hari kebelakang, sebuah telepon dari Padang mengingatkan, tahun ini Kelompok Mahasiswa Mencintai Alam Fakultas Pertanian Universitas Andalas (KOMMA FP-UA) akan merayakan ulang tahun ke 50, Juli 2026 ini. Ditambah pertanyaan Arung, ini menjadi dua hal yang mungkin kebetulan, tapi menjadi takdir saya untuk merenungkannya lebih dalam. Juli, mengingatkan saya pada banyak hal. Jauh sebelum KOMMA FP-UA berdiri, masih di bulan Juli

The post Intimasi Lintas Generasi: Antara Einstein, Kooders, Carson, Arung dan Saya appeared first on Langgam.id.

Keterbukaan Informasi Publik, Kolom, Kunjungan luar negeri, Prabowo Subianto

[POLA] Menagih Transparansi Diplomasi Presiden

Kunjungan luar negeri Presiden selalu menjadi bagian penting dari diplomasi sebuah negara. Di tengah dunia yang semakin terhubung dan kompetitif, pertemuan langsung antarpemimpin negara sering kali menjadi pintu masuk bagi kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, pertahanan, hingga penguatan posisi negara dalam berbagai isu global. Karena itu, tidak ada yang salah ketika Presiden Prabowo Subianto aktif melakukan diplomasi ke berbagai negara sejak awal masa pemerintahannya. Sebaliknya, langkah tersebut dapat dipahami sebagai upaya memperkuat peran Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi yang terus berubah. Namun, dalam negara demokrasi, aktivitas diplomasi tidak hanya diukur dari intensitas kunjungan atau banyaknya forum internasional yang

The post Menagih Transparansi Diplomasi Presiden appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Kepemimpinan Negara Mensejahterakan Rakyat

Negara sering kali dinilai melalui angka-angka besar yang sulit dipahami rakyat biasa. Pertumbuhan ekonomi diumumkan tinggi, investasi disebut meningkat, dan proyek pembangunan terlihat megah. Namun di sisi lain, rakyat masih kesulitan membeli kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan sulit diperoleh, biaya pendidikan mahal, dan rasa aman sosial melemah. Kondisi ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan negara sering terputus dari realitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Dalam sistem kepemimpinan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, ukuran keberhasilan negara seharusnya bersifat praktis, mudah diukur, mudah dievaluasi, dan langsung menyentuh kehidupan rakyat. Ukuran tersebut tidak boleh hanya menjadi indikator administratif di atas kertas, tetapi harus menjadi cermin nyata apakah

The post Kepemimpinan Negara Mensejahterakan Rakyat appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini, Pendidikan

Rapuhnya Karakter: Sebuah Paradoks Pendidikan

Bulan Juni menjadi momen refleksi penting bagi bangsa Indonesia. Tanggal 1 Juni kita memperingati Hari Lahir Pancasila yang menegaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Sementara, pada bulan ini juga dunia merayakan Hari Anak Sedunia yang mengingatkan pentingnya melindungi hak anak, termasuk hak atas pendidikan bermutu. Kedua momentum ini seharusnya menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya mencetak orang pintar, melainkan membentuk manusia berkarakter sesuai nilai Pancasila dan menjamin masa depan anak-anak. Pendidikan di Indonesia memang sering dipandang sebagai jalan utama menuju mobilitas sosial dan kemajuan bangsa, sehingga orang tua rela berkorban agar anaknya menempuh pendidikan hingga SMA, bahkan perguruan

The post Rapuhnya Karakter: Sebuah Paradoks Pendidikan appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top