Kolom

Kolom, Opini

[POLA] Menziarahi Akar Sejarah Semen Padang FC di Lawang

Angin dingin berembus lembut mengusap wajah kami, membawa kesegaran khas dataran tinggi. Di atas sana, matahari sebenarnya sedang tegak lurus selepas zuhur. Namun, teriknya kalah oleh arak-arak kabut yang pelan-pelan turun menyelimuti perjalanan. Hari itu, Senin siang tanggal 6 Juni 2027, kami sedang melaju santai menuju sebuah desa di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Lawang, nama daerah di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyambut kami dengan hawa sejuknya yang setia menemani sepanjang jalan. Perjalanan kali ini terasa sangat spesial. Saya tidak sendiri. Saya ditemani oleh seorang sahabat baik, Rivalwan, S.Si., M.Pd., Aefo-P, seorang dosen ilmu olahraga yang

The post Menziarahi Akar Sejarah Semen Padang FC di Lawang appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Sehatkah Pendidikan Tinggi Indonesia?

Pendidikan tinggi merupakan mesin utama yang menentukan apakah suatu bangsa mampu menjadi negara maju atau tetap terjebak sebagai negara berpendapatan menengah. Hampir seluruh negara yang kini menjadi pemimpin ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, China dan Korea Selatan, membangun universitas sebagai pusat penciptaan pengetahuan, inovasi, dan kepemimpinan nasional. Universitas tidak hanya berfungsi menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan teknologi baru, memberikan solusi atas persoalan bangsa, menjadi mitra industri, serta menjadi tempat lahirnya pemikiran-pemikiran besar yang mengubah arah pembangunan. Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang tidak kecil. Jumlah perguruan tinggi mencapai ribuan, dengan ratusan perguruan tinggi negeri dan ribuan perguruan

The post Sehatkah Pendidikan Tinggi Indonesia? appeared first on Langgam.id.

Kolom, Sumatra Barat

[POLA] Lembaga-Lembaga Penjaga Demokrasi: Beringin Bonsai yang Sedang Memainkan Sandiwara Teater Pengawasan

olehRidho AlsyukriPenggiat HAM yang saat ini mengabdikan  di PBHI Sumbar Di tanah yang darah tumpah-bertumpah ini, kegemaran orang-orangnya Adalah menanam simbol dan lambang. Lambang ditanam lebih banyak dari pada pohon. Bahkan lambang kerap kali dijadikan pengganti untuk pohon-pohon yang tumbang, hutan-hutan yang gundul, atau nyawa-nyawa yang hilang dari peradaban. Seandainya seorang filsuf prancis seperti Michel Foucault datang dan berjalan-jalan di koridor negara hari ini, barangkali ia akan menyunggingkan senyum tipis menyaksikan bagaimana kekuasaan modern bekerja. Bagaimana tidak, di ini zaman, kekuasaan tidak lagi harus membungkam kritik; cukup menyediakan ruangan yang nyaman bagi kritik untuk berbicara.  Tiada lagi perlu menghancurkan suara-suara yang

The post Lembaga-Lembaga Penjaga Demokrasi: Beringin Bonsai yang Sedang Memainkan Sandiwara Teater Pengawasan appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Ekspor Satu Pintu

Kebijakan ekspor satu pintu dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat pengawasan perdagangan, menjaga devisa, dan meningkatkan posisi tawar Indonesia. Gagasan ini muncul saat pemerintah menilai terdapat kebocoran melalui under-invoicing, laporan tidak benar, penyalahgunaan transfer pricing, dan penyelundupan. Negara ingin memastikan bahwa volume, harga, pembeli, pembayaran, pajak, royalti, dan devisa hasil ekspor dapat ditelusuri secara utuh. Tujuan tersebut layak didukung. Persoalannya terletak pada desain. Kebijakan satu pintu dapat berarti sistem data terpadu, persetujuan ekspor terpusat, badan pemasaran bersama, atau penetapan satu BUMN sebagai eksportir tunggal. Setiap model menghasilkan konsekuensi berbeda. Sistem data terpadu memperkuat transparansi tanpa menghapus peran perusahaan. Eksportir tunggal

The post Ekspor Satu Pintu appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Jalan Tol: Hasrat Hegemonik Negara dan Kebutaan atas Ruang Hidup

Kebenaran moral tidak membutuhkan validasi dari massa (majority of one);satu orang yang berpihak pada kebenaran sudah memiliki legitimasi penuh untuk bertindak melawan ketidakadilan pemerintah sekarang juga(Henry David Thoreau).Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, belakangan menjadi viral dikarenakan penolakan pembangunan Megaproyek Pemerintah (PSN) yaitu Jalan Tol (Tax on Locatioan) seksi Sicincin-Bukittinggi oleh masyarakat. Namun akhirnya berdasarkan keputusan terjadi pengalihan bahwa tol tidak akan melewati Nagari Kubang Putiah. Tuntas persoalan Kubang Putiah, muncul lagi episode penolakan dari Nagari Batagak dan Batu Palano dalam lingkungan Kecamatan Banuhampu dan Sungai Pua yang nasibnya sama dengan Nagari Kubang Putiah. Kisah pembangunan Tol ini akan

The post Jalan Tol: Hasrat Hegemonik Negara dan Kebutaan atas Ruang Hidup appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Lentera Otoritas, Angin Kekuasaan

Hampir semua Media Online dan cetak, buncah. Surat Protes NU dan Perti pekan lalu viral. Di antaranya ada judul “ Musda MUI Sumbar dinilai Tak becus, NU dan Perti Cabut (Singgalang, 12/7)). Surat Sanggahan atas Musda MUI itu telah memproduk dinamika intelektualisme yang rancak. Media online Langam.id memberikan proporsi optimal kepada Penulis Muhammad Taufik (15/7), Abdullah Khuisairi (16/7), Muhammad Nasir (18/7) serta Ka’bati (17/7) dalam bersilang literasi . Dilengkapi Duski Samad di Singgalang online (16/7/). Dengan konten beririsan, secara acak mereka membahas eksistensi MUI Sumbar. Dari mengajak kepada ber-Islam tanpa MUI, penekanan manfaatkan disrupsi digital, Tuanku, surau, epistimolgi, benahi MUI

The post Lentera Otoritas, Angin Kekuasaan appeared first on Langgam.id.

Kolom

[POLA] Harapan Kebaikan Demokrasi Elektoral Malah Berlabuh pada Ketidakintegritasan

Reformasi 1998 merupakan salah satu titik balik paling penting dalam sejarah Indonesia modern. Runtuhnya rezim Orde Baru melahirkan optimisme yang begitu besar bahwa bangsa ini akan memasuki era baru yang lebih demokratis, adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Demokrasi elektoral dipilih sebagai instrumen utama untuk memastikan pergantian kekuasaan berlangsung secara damai, terbuka, dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap warga negara untuk memilih maupun dipilih. Dalam bayangan masyarakat saat itu, pemilu yang bebas diyakini mampu melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat sekaligus integritas tinggi. Demokrasi dipandang sebagai pelabuhan terakhir tempat harapan rakyat akan kesejahteraan dan keadilan dapat diwujudkan. Harapan

The post Harapan Kebaikan Demokrasi Elektoral Malah Berlabuh pada Ketidakintegritasan appeared first on Langgam.id.

Jalan Tol, Kolom, Opini, Tol Padang-Pekanbaru

[POLA] Apakah Sumatera Barat Berpihak pada Masa Depan?

Sudah lebih dari satu dekade pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, khususnya ruas yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau, menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling banyak menuai perdebatan di Sumatera Barat. Penolakan demi penolakan terus bermunculan. Aksi masyarakat terjadi di berbagai titik, berbagai alasan dikemukakan, mulai dari persoalan tanah ulayat, kekhawatiran terhadap dampak sosial, hingga alasan budaya dan lingkungan. Ironisnya, alih-alih menemukan titik temu, eskalasi penolakan justru semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Miris.  Sebagai orang Minang yang lahir di ranah Minang, namun telah lama menjadi bagian dari kehidupan para perantau, saya memandang fenomena ini dengan rasa prihatin yang mendalam. Bukan

The post Apakah Sumatera Barat Berpihak pada Masa Depan? appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Dari Idealisme Romantis, Penetrasi Virtual, Hingga Keadilan Epistemologis

Saya dikirimi teman tiga tautan esai dari kolega aktivis cum akademisi yang reputasinya saya kenal baik. Pertama, esai Muhammad Taufik berjudul “Berislam Tanpa MUI?” yang terbit di Langgam.id pada Rabu, 15 Juli 2026, kedua, tulisan Abdullah Khusairi berjudul Rumah Baru bagi Marwah Ulama Indonesia (Langgam.id, 16 Juli 2026), dan tulisan menggugat dari Kabati di bawah judul Musda MUI: Panggung Pertarungan Ideologi Patriarkhis dan Kudeta Maskulin (Langgam.id, 17 Juli 2026). Dua tulisan terakhir merupakan tanggapan atas tulisan Muhammad Taufik. Kalau tak salah ingat, gugatan serupa sebetulnya pernah ia layangkan tiga kali, pertama saya lupa waktunya, kedua saat pandemi 2020, dan kini

The post Dari Idealisme Romantis, Penetrasi Virtual, Hingga Keadilan Epistemologis appeared first on Langgam.id.

Kolom, MUI

[POLA] Musda MUI: Panggung Pertarungan Ideologi Patriarkhis dan Kudeta Maskulin

olehKa’batiJurnalis/Penulis (Tanggapan atas Tulisan Muhammad Taufik) Terenyuh hati saya membaca tulisan Muhammad Taufik di langgam.id tanggal 15/7 lalu yang berjudul Berislam Tanpa MUI. Dalam tulisannya dia menyebutkan bahwa berislam dengan MUI yang awalnya dibayangkan sebagai jalan ideal untuk menciptakan ketertiban kolektif, di mana fatwa menjadi rujukan dan organisasi menjadi wadah ukhuwah, hari ini justru berbalik arah. Pola berislam yang bersanad pada lembaga formal ini mulai menampakkan kerapuhannya ketika para elite di dalamnya terjebak dalam syahwat politik kelembagaan. MUI hari ini telah nyata-nyata menjadi ajang kontestasi otoritas, politik representasi, dan perebutan ruang pengaruh di panggung kuasa politik dan ekonomi. Untuk memerdekakan kesalehan personal dan relasi sosial umat

The post Musda MUI: Panggung Pertarungan Ideologi Patriarkhis dan Kudeta Maskulin appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top