Kolom, Opini Pakar

[POLA] Dari Idealisme Romantis, Penetrasi Virtual, Hingga Keadilan Epistemologis

Saya dikirimi teman tiga tautan esai dari kolega aktivis cum akademisi yang reputasinya saya kenal baik. Pertama, esai Muhammad Taufik berjudul “Berislam Tanpa MUI?” yang terbit di Langgam.id pada Rabu, 15 Juli 2026, kedua, tulisan Abdullah Khusairi berjudul Rumah Baru bagi Marwah Ulama Indonesia (Langgam.id, 16 Juli 2026), dan tulisan menggugat dari Kabati di bawah judul Musda MUI: Panggung Pertarungan Ideologi Patriarkhis dan Kudeta Maskulin (Langgam.id, 17 Juli 2026). Dua tulisan terakhir merupakan tanggapan atas tulisan Muhammad Taufik. Kalau tak salah ingat, gugatan serupa sebetulnya pernah ia layangkan tiga kali, pertama saya lupa waktunya, kedua saat pandemi 2020, dan kini

The post Dari Idealisme Romantis, Penetrasi Virtual, Hingga Keadilan Epistemologis appeared first on Langgam.id.