Huntara

Bencana Banjir Bandang, Bencana Padang, Berita, Huntara, HUT ke-81 RI

[POLA] Ketika Merah Putih Berkibar di Tanah Bencana, Mutis Masih Menunggu Pulang

Langgam.id – Mentari bersinar dari ufuk timur Kota Padang ketika Mutis bergegas meninggalkan hunian sementara atau huntara di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (17/8/2026). Bersama puluhan warga lainnya, ia berjalan menuju kawasan Gunung Nago untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Pagi itu, langkahnya membawa cerita tentang kehidupan yang berubah setelah bencana banjir bandang melanda kawasan tempat tinggalnya di Kawasan Batu Busuk akhir tahun 2025 lalu. Upacara bertajuk Basurah Alam itu digelar di dekat pintu lama Bendungan Gunung Nago, tepat di kawasan yang pernah diterjang banjir bandang. Lokasinya jauh dari kesan sebuah lapangan upacara pada umumnya. Tanah

The post Ketika Merah Putih Berkibar di Tanah Bencana, Mutis Masih Menunggu Pulang appeared first on Langgam.id.

Bencana Padang, Berita, Huntara, Kota Padang

[POLA] Cerita Warga Terdampak Bencana di Huntara Padang: Bantuan Terhenti hingga Listrik Membebani

Langgam.id – Di tengah khidmatnya peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui upacara bertajuk Basurah Alam di kawasan Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (17/8/2026), terselip cerita pelik dari masyarakat yang hingga kini masih tinggal di hunian sementara atau huntara. Sejumlah warga huntara di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, menjadi peserta dalam upacara yang digelar di lokasi terdampak banjir bandang akhir tahun lalu. Bagi mereka, kehadiran dalam upacara bukan sekadar memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami selama bertahan di huntara. Seorang penghuni huntara, Delvi, mengatakan kehidupan bersama keluarganya di huntara saat ini semakin

The post Cerita Warga Terdampak Bencana di Huntara Padang: Bantuan Terhenti hingga Listrik Membebani appeared first on Langgam.id.

Bencana, Berita, Huntap, Huntara, Kota Padang

[POLA] Warga di Huntara Kapalo Koto Dipindahkan ke Huntap Sungkai, 225 Unit Bakal Dibangun

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang memastikan warga terdampak bencana yang saat ini masih menempati hunian sementara (huntara) di Kelurahan Kapalo Koto akan direlokasi ke hunian tetap (huntap) yang dibangun di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Pembangunan huntap dirancang sekitar 225 unit, diprioritaskan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pauh. Peletakan batu pertama pembangunan direncanakan berlangsung pada September 2026. “Untuk warga di huntara Kapalo Koto, karena masyarakatnya berasal dari Kecamatan Pauh, maka huntap yang disiapkan berada di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit,” ujar Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minpora, Selasa (21/07/2026). Bencana hidrometeorologi akhir 2025 yang terjadi di Kota

The post Warga di Huntara Kapalo Koto Dipindahkan ke Huntap Sungkai, 225 Unit Bakal Dibangun appeared first on Langgam.id.

Bencana, Berita, Huntap, Huntara, Kota Padang

[POLA] Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap

Langgam.id – Sebanyak 100 kepala keluarga korban terdampak bencana galodo masih menghuni hunian sementara atau huntara di Kapalo Koto, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Delapan bulan pascabencana, mereka masih belum mengetahui kapan akan dipindahkan ke hunian tetap (huntap).  Para korban mengaku belum pernah menerima sosialisasi resmi mengenai relokasilokasi pasti huntap yang akan mereka tempati. Seorang penghuni huntara, Fitria Yenti, mengatakan selama ini informasi yang diterima warga hanya sebatas kabar dari mulut ke mulut. “Kami belum tahu kapan pindah ke Huntap. Belum ada sosialisasi. Dulu cuma dibilang paling lama setahun tinggal di Huntara,” kata ibu dari

The post Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap appeared first on Langgam.id.

banjir, Huntara, Kolom, LBH

[POLA] Mengapa Kemenangan Hukum Belum Tentu Menjadi Kemenangan Warga

OlehHabieb Aulia SufiPeneliti Keadilan Ekologis & Analis Kebijakan LBH Padang “Jadi apa saja yang selamat dari galodo kemarin, Pak?” Ali tersenyum kecil. “Alhamdulillah… anak dua, istri satu, sama dua helai seng.” Tangannya menunjuk ke atap rumah darurat berukuran lima kali enam meter yang kini ia tempati. Di antara lembaran seng baru pemberian Yayasan Al Azhar, terselip dua helai seng kusam yang ia pungut dari puing-puing rumah lamanya. Itulah satu-satunya bagian rumah yang berhasil ia selamatkan. “Katanya rumah sementara,” kata Ali, “tapi saya sudah hampir tujuh bulan di sini. Buat saya, ini sudah rumah tetap.” Sebelum galodo datang, Ali sedang membangun

The post Mengapa Kemenangan Hukum Belum Tentu Menjadi Kemenangan Warga appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top