Kolom

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Mahasiswa Didengar, Pemerintah yang Akomodatif dan Korektif

Sejarah Indonesia tidak pernah dapat dipisahkan dari sejarah gerakan mahasiswa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, mahasiswa telah menjadi bagian dari denyut kehidupan bangsa. Mereka hadir bukan sebagai kelompok yang mengejar kekuasaan, melainkan sebagai kelompok intelektual yang membawa gagasan, kritik, dan semangat pembaruan. Dari masa mempertahankan kemerdekaan, masa Demokrasi Terpimpin, Orde Baru, Reformasi 1998, hingga era demokrasi saat ini, suara mahasiswa hampir selalu muncul pada setiap persimpangan sejarah bangsa. Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa bukanlah fenomena sesaat, melainkan salah satu institusi sosial yang telah tumbuh bersama Republik Indonesia. Karena itu, melihat gerakan mahasiswa semata-mata sebagai gangguan terhadap stabilitas pemerintahan merupakan cara

The post Mahasiswa Didengar, Pemerintah yang Akomodatif dan Korektif appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Corporate Finance di Era Keberlanjutan: From Managerial Ability to Market Stability

Bayangkan Anda sedang menumpang kapal besar di tengah badai. Ombak datang dari segala arah: gejolak ekonomi global, konflik geopolitik, hingga nilai tukar rupiah yang melemah. Di sinilah pertanyaan terpentingnya bukan seberapa besar kapal itu, melainkan seberapa andal nakhoda yang mengendalikannya. Itulah gambaran paling sederhana tentang kondisi pasar modal Indonesia hari ini: besar, terus tumbuh, namun penuh guncangan yang tak terduga. Pada akhir 2024, kapitalisasi pasar seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar Rp12,3 ribu triliun, angka yang luar biasa besar. Namun pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah sekitar 2,6 persen secara

The post Corporate Finance di Era Keberlanjutan: From Managerial Ability to Market Stability appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Negeri di Persimpangan Jalan

Permintaan terbuka Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasco Ruseimy, telah disampaikan kepada Menteri Kebudayaan agar Sumatra Barat ditetapkan sebagai daerah istimewa pada momen malam puncak peringatan 100 tahun Jam Gadang (20/6). Ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah perasaan kolektif kita bahwa Minangkabau adalah sesuatu yang istimewa memang masih berakar pada kenyataan empiris, ataukah ia kini lebih banyak hidup sebagai romantisasi masa lalu? Pertanyaan ini penting karena status keistimewaan tidak cukup hanya ditopang oleh kebanggaan masa lalu. Ia harus diwujudkan dalam praktik sosial, kualitas sumber daya manusia, daya saing ekonomi, serta kemampuan masyarakatnya dalam membangun peradaban yang relevan dengan tantangan zaman. Jika tidak,

The post Negeri di Persimpangan Jalan appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Pertarungan Realita dan Otorisasi Keotentikan Objek Nyata Tersembunyi

Manusia membangun peradaban di atas kemampuan membedakan antara yang nyata dan yang tidak nyata. Sejak awal sejarah pengetahuan, benda yang dapat dilihat, disentuh, diukur, dan diverifikasi selalu menjadi titik awal pencarian kebenaran. Namun dalam praktik kehidupan sosial, politik, hukum, bahkan akademik, sering muncul keadaan yang paradoksal. Sebuah benda nyata ada, tersimpan, dan dapat diperiksa, tetapi perdebatan justru berlangsung tanpa menjadikan benda tersebut sebagai pusat pembuktian. Fenomena ini melahirkan situasi yang menarik sekaligus problematik. Kebenaran tidak lagi ditentukan oleh keberadaan objek yang sesungguhnya, melainkan oleh siapa yang memiliki otoritas untuk berbicara tentang objek tersebut. Akibatnya, realitas yang seharusnya menjadi hakim tertinggi

The post Pertarungan Realita dan Otorisasi Keotentikan Objek Nyata Tersembunyi appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Teknologi Digital dan Imajinasi Baru Tentang Multikulturalisme

Indonesia sejak awal dibangun di atas kesadaran akan keberagaman. Kita memahami Indonesia sebagai bangsa multikultural. Semangat itu dirumuskan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun kita berbeda-beda, tetapi tetap satu. Namun, mulitikulturalisme bukanlah sesuatu yang dipahami secara tetap. Cara masyarakat Indonesia membayangkan dan memaknai kemajemukan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Dalam konteks ini, perkembangan teknologi digital merupakan salah satu faktor penting yang mengubah imajinasi masyarakat tentang multikulturalisme Indonesia itu. Jika pada masa lalu keberagaman terutama dibayangkan melalui institusi negara dan media massa, kini ia semakin banyak dialami secara langsung melalui internet dan media sosial. Benedict Anderson (1983), seorang pemikir kebangsaan, pernah

The post Teknologi Digital dan Imajinasi Baru Tentang Multikulturalisme appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Anatomi Utang

Utang tidak pernah berdiri sebagai angka mati dalam neraca negara. Utang selalu lahir dari hubungan antara kebutuhan pembangunan, keterbatasan penerimaan, defisit perdagangan, kesenjangan tabungan, dan kepercayaan pasar. Karena itu, debat publik tentang utang tidak boleh berhenti pada pertanyaan apakah negara boleh berutang atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting ialah: untuk apa negara berutang, dari mana sumber pembayarannya, bagaimana struktur risikonya, dan apakah utang itu memperbesar kapasitas ekonomi masa depan. Anatomi utang dimulai dari celah pembiayaan. Ketika impor melebihi ekspor, negara membutuhkan devisa tambahan. Ketika belanja negara lebih besar daripada penerimaan pajak, pemerintah membutuhkan pembiayaan. Ketika investasi nasional melampaui tabungan domestik,

The post Anatomi Utang appeared first on Langgam.id.

Demonstrasi, Kolom

[POLA] Apakah Layak Rezim Ini Dipertahankan?

Indonesia ini bergolak dalam denyut yang semakin membara. Anak-anak muda berjalan di antara kabut ketidakpastian, meraba-raba arah, sementara segelintir elite meringkuk dalam gelisah yang justru diciptakan sendiri. Beberapa waktu belakangan, gelombang demonstrasi kembali mengalir deras di berbagai sudut Indonesia. Percikan api datang dari program-program mercusuar yang lebih banyak memancarkan cahaya ke langit daripada menghangatkan dapur rakyat, semacam Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP). Situasi semakin meradang lantaran mulut-mulut pejabat publik yang tak henti-hentinya melontarkan pernyataan yang lebih berbahaya dari bisu: nilai tukar rupiah yang tertatih, harga bahan bakar minyak yang merangkak naik, daya beli merosot, korban bencana

The post Apakah Layak Rezim Ini Dipertahankan? appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Gempuran Kepada Pemimpin Mengaburkan Kutub

Dalam sejarah politik berbagai bangsa, terdapat pemimpin yang menghadapi perlawanan karena ketegasan sikapnya. Namun ada pula pemimpin yang justru menghadapi gempuran dari segala arah karena ketidakjelasan sikapnya. Fenomena kedua inilah yang sering kali lebih rumit. Ketika seorang pemimpin tidak menunjukkan secara jelas kutub keberpihakannya, maka hampir semua kelompok politik akan memiliki alasan untuk meragukannya. Pendukung menjadi ragu karena tidak memperoleh kepastian arah. Lawan politik terus menyerang karena melihat adanya ruang kelemahan. Sementara kelompok netral kehilangan kepercayaan karena tidak mampu membaca ke mana sebenarnya negara sedang diarahkan. Kondisi tersebut menjadi semakin kompleks ketika lingkungan kekuasaan di sekitar pemimpin terdiri atas berbagai

The post Gempuran Kepada Pemimpin Mengaburkan Kutub appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Kembali ke Pangkal Jalan

Sebagian besar dosen, peneliti, dan pelaku pengabdian masyarakat di Indonesia tampak tercenung ketika mengetahui bahwa total pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat nasional pada tahun 2026 hanya sekitar Rp1,7 triliun. Angka tersebut tentu tidak kecil. Namun perspektif berubah ketika angka itu dibandingkan dengan alokasi Rp335 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun yang sama. Di media sosial, muncul komentar sinis sekaligus reflektif dari kalangan akademisi: “Itu hanya setara dua hari MBG.” Komentar tersebut mungkin terdengar berlebihan. Namun sesungguhnya ia mencerminkan kegelisahan yang lebih mendasar mengenai arah prioritas pembangunan Indonesia. Potensi dan realita korups terkait MBG sudah terlalu nyata sedari

The post Kembali ke Pangkal Jalan appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Lima Kualitas Pemimpin yang Dibutuhkan ISI Padang Panjang Hari Ini

Setiap zaman tentu melahirkan tantangan kepemimpinannya sendiri. Perguruan tinggi seni hari ini menghadapi situasi yang jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, transformasi industri kreatif, mobilitas global, hingga perubahan cara generasi muda belajar, telah mengubah lanskap pendidikan tinggi secara mendasar. Situasi tersebut menuntut lahirnya model kepemimpinan yang tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan administratif semata. Perguruan tinggi seni saat ini dituntut menjalankan banyak fungsi sekaligus. Kampus tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga ruang produksi pengetahuan, laboratorium penciptaan seni, pusat pengembangan kebudayaan, serta penghubung antara tradisi lokal dan dunia global. Pemilihan Rektor ISI Padangpanjang periode 2026–2030 saat

The post Lima Kualitas Pemimpin yang Dibutuhkan ISI Padang Panjang Hari Ini appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top