Kolom

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Mengangkat Nagari Kapau Menjadi Desa Wisata

Sabtu, 8 Agustus 2026, saya menemukan satu lagi desa yang hanya perlu sidikit sentuhan untuk mengubahnya menjadi desa wisata. Namanya Nagari Kapau yang terletak di pinggiran Kota Bukittinggi. Di wilayah adat Minangkabau yang berhimpitan dengan wilayah provinsi Sumatera Barat terdapat sebanyak … nagari yang tiap nagari dipimpin oleh seorang wali nagari dan didampingi oleh LKAN dan Badan Musyawarah Nagari. Nagari di sini hampir sama, walau tidak persis, dengan wilayah pemerintahan setingkat desa kalau di Jawa dan sebagian besar wilayah di nusantara. Seperti juga di sebagian wilayah nusantara, nagari dilengkapi oleh lembaga adat untuk menjalankan norma-norma sosial yang telah dianut turun-temurun

The post Mengangkat Nagari Kapau Menjadi Desa Wisata appeared first on Langgam.id.

Banjir Sumatra, Kolom

[POLA] Inkompetensi Pemerintah dalam Penanggulangan Banjir Sumatra

olehMuhammad Soultan JoefrianPeneliti LBH Padang Akhir-akhir ini platform media sosial dipenuhi dengan berita aksi demonstrasi mengenai MBG dan menurunnya harga tukar rupiah serta yang terbaru ditambah lagi kasus korupsi dalam pengadaan batu bara yang melibatkan Jampidsus Kejagung RI Febrie Adriansyah. Sehingga disisi lain, kita melihat semakin terlupakan oleh publik mengenai proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.   Salah satu yang terlupakan adalah Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam yang merupakan tempat kelahiran seorang ulama, sastrawan, dan politikus Indonesia yaitu Buya Hamka atau nama lengkapnya H. Abdul Malik Karim Amrullah. Nagari Sungai Batang terdiri dari 7 jorong, yakni Batu

The post Inkompetensi Pemerintah dalam Penanggulangan Banjir Sumatra appeared first on Langgam.id.

Hak Publik, Kolom, Tol

[POLA] Kewajiban Sipangka Tol dan Hak Publik untuk Tahu

Langgam.id – Soal pro-kontra trase tol lanjutan Padang Sicincin ini, coba kita tukar titik berangkatnya. Jangan lagi soal oposisi biner “kelompok yang menolak jalan tol anti kemajuan” versus “kelompok yang mendukung jalan tol pro kemajuan.” Perdebatan itu tak akan selesai-selesai, apalagi ikut pula di sana netizen yang anti diskusi. Jika terus begini, semakin “mengeras-ngeras” peserta debat, akan semakin mengeras polarisasi perkubuan. Apalagi sampai menyeret-nyeret nama Jokowi, Prabowo, Andre Rosiade, Mahyeldi, Kadrun, Termul dan lain-lain. Sampai sampai mereka semua itu dilengketkan julukan masing-masing. Padahal, ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar yang semestinya dijawab terlebih dahulu: bagaimana sesungguhnya cara kerja ‘sipangka’ alias

The post Kewajiban Sipangka Tol dan Hak Publik untuk Tahu appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini

[POLA] Kemunafikan Kaum Maskulin

(Komentar atas Komentar Kasus Artis Erotik di Kuranji) Pada Senin malam (3/8/2026), di layar Padang TV muncul empat wajah tokoh laki-laki membicarakan tentang kasus erotisme artis karaoke di daerah Kuranji yang belakangan viral di media sosial dan memunculkan kepanikan ‘moral’. Mimik wajah para tokoh laki-laki di layar kaca itu terlihat sama sekali tidak menampilkan keprihatinan, mereka saling menuding dibarengi tawa. Namun ironinya pembahasan diangkat terdengar justru soal keprihatinan atas moral masyarakat. Lalu saling melempar tanggung jawab: LKAAM mempertanyakan peran anggota legislatif dari Dapil Kuranji, legislatif mempertanyakan pihak dubalang kota (eksekutif/Satpol PP), dan eksekutif balik bertanya ke legislatif dan kaum pemuka

The post Kemunafikan Kaum Maskulin appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Efek Balik Tekanan Fiskal Daerah

Persoalan fiskal daerah bermula ketika pemerintah pusat memotong Transfer ke Daerah atau TKD dengan alasan efisiensi anggaran. Pemerintah pusat menganggap penyesuaian tersebut dapat mengurangi pemborosan dan memperbaiki kualitas belanja negara. Argumen ini terlihat rasional pada permukaan, tetapi mengabaikan fungsi TKD sebagai sumber pembiayaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan penggerak permintaan di daerah. Pemotongan yang berlanjut dapat mengubah kebijakan efisiensi menjadi sumber kontraksi ekonomi lokal. Pemerintah pusat mengklaim belanja kementerian dan lembaga yang dilaksanakan langsung di daerah lebih mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menganggap pola tersebut meningkatkan kendali, mempercepat pelaksanaan, dan menjamin kesesuaian program dengan prioritas nasional. Klaim itu memerlukan pembuktian

The post Efek Balik Tekanan Fiskal Daerah appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Langgam, Tol Sicincin-Bukittinggi

[POLA] Yang Keliru Bukan Jalan Tolnya, Melainkan Cara Kita Membangunnya: Ketika Ekonomi Bertemu Adat di Sumatera Barat

Perdebatan mengenai pembangunan Jalan Tol di Sumatera Barat kembali menghangat setelah muncul dua pandangan dari Prof. Elfindri, ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, dan Muhammad Taufik, sosiolog UIN Imam Bonjol Padang. Keduanya berangkat dari disiplin ilmu yang berbeda sehingga menghasilkan sudut pandang yang berbeda pula. Saya membaca kedua pandangan tersebut bukan sebagai pertentangan yang harus dimenangkan oleh salah satu pihak, melainkan sebagai dua perspektif yang sesungguhnya saling melengkapi. Prof. Elfindri melihat jalan tol dari perspektif efisiensi ekonomi, konektivitas, dan peningkatan daya saing daerah. Muhammad Taufik mengingatkan bahwa tanah ulayat tidak dapat direduksi menjadi sekadar faktor produksi karena di dalamnya

The post Yang Keliru Bukan Jalan Tolnya, Melainkan Cara Kita Membangunnya: Ketika Ekonomi Bertemu Adat di Sumatera Barat appeared first on Langgam.id.

Jalan Tol, Kolom

[POLA] Jangan Sampai Kita keliru Menghitung Jalan, Ketua!

olehRidho AlsyukriPenggiat HAM yang mengabdikan diri di PBHI Sumbar “jikalau jalannya rancak dan bagus pasti maju”.Enak dan sedap juga ungkapan itu didengar, sama enak dan sedapnya dengan sangah kopi yang dihidangkan etek kadai simpang itu. Wangi ketika baru diseduh, pahit belakangan. Hitung-hitungan lapau tentang jalan ke pekanbaru yang panjang lebar itu sudah saya baca dan analisis. Zaman sungai, pelayangan, jembatan, sampai zaman tol, Elok dan enak pula ceritanya. Bahkan arsip zaman belandanya pun rapi. Sehingga membuat masyarakat percaya bahwa setiap lompatan sejarah lahir dari keputusan membangun jalan. Bahwa setiap kemajuan lahir dari jalan. Bangun jalan. Lebarkan lagi. Bangun lagi. kemudian

The post Jangan Sampai Kita keliru Menghitung Jalan, Ketua! appeared first on Langgam.id.

Jalan Tol, Kolom

[POLA] Jalan Tol dan Cacat Pikir Prof. Elfindri

Langgam.id – Dua opini yang ditulis Prof. Elfindri di akun facebooknya berjudul “Aktor Kampung, Gen Z Minang, Apakah Tol Perlu?” dan “Tol:  Pahalanya Sampai Kiamat?”, menghadirkan logika teknokratis pragmatis dan taqlid buta. Dua opini ini seolah-olah sangat membela kepentingan pembangunan dan masa depan Gen Z. Bagi yang belum tahu, Prof. Elfindri merupakan Ekonom Senior FEB Unand dan juga Ketua Tim Perencanaan Sumatra Barat. Menarik untuk mendedah narasi-narasi Prof. Elfindri dengan konsep tanah adat dan teori produksi Henri Lefebvre. Berdasarkan dua konsep tersebut narasi yang dibangun dalam dua tulisan beliau sarat dengan logical fallacies (kecacatan/sesat berpikir), penyederhanaan masalah (oversimplification), serta bias

The post Jalan Tol dan Cacat Pikir Prof. Elfindri appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Program Belanja Berselimut Bancakan?

Belanja pemerintah merupakan instrumen utama negara dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, pemerataan pembangunan, perlindungan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hampir seluruh sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, energi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, bergantung pada efektivitas program belanja pemerintah. Oleh karena itu, kualitas belanja publik tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga oleh kemampuan program tersebut menghasilkan manfaat yang nyata, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan, evaluasi program belanja selama ini lebih banyak berorientasi pada aspek kepatuhan administrasi, tingkat serapan anggaran, pencapaian keluaran dan hasil . Pendekatan tersebut telah memperkuat akuntabilitas tata kelola

The post Program Belanja Berselimut Bancakan? appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Usul untuk Para Ketua Kapalo Arak Lapau Simpang

“Varschrikkalijk auto-ongeluk. Wy vernemen, dat Zondag 3 dezer, omstreeks half acht ’s avonds een autobus, die bij Rantau Berangin (in den weg van Pajakoemboeh naar Bangkinang) met de veerpont overgezet moest worden, achteruit in de Kamparrivier gereden is. Van de inzittenden verdronken 6 personen.” “Kecelakaan mobil yang mengerikan. Kami mendapat kabar bahwa pada hari Minggu tanggal 3 bulan ini, sekitar pukul setengah delapan malam, sebuah bus yang hendak diseberangkan dengan rakit penyeberangan di Rantau Berangin (di jalan dari Payakumbuh menuju Bangkinang), meluncur mundur masuk ke Sungai Kampar. Dari para penumpang, 6 orang tewas tenggelam.”(Sumatra-Bode, 11 November 1929) Ada jelas? Nanti

The post Usul untuk Para Ketua Kapalo Arak Lapau Simpang appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top