Kolom

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Kembali ke Pangkal Jalan

Sebagian besar dosen, peneliti, dan pelaku pengabdian masyarakat di Indonesia tampak tercenung ketika mengetahui bahwa total pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat nasional pada tahun 2026 hanya sekitar Rp1,7 triliun. Angka tersebut tentu tidak kecil. Namun perspektif berubah ketika angka itu dibandingkan dengan alokasi Rp335 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun yang sama. Di media sosial, muncul komentar sinis sekaligus reflektif dari kalangan akademisi: “Itu hanya setara dua hari MBG.” Komentar tersebut mungkin terdengar berlebihan. Namun sesungguhnya ia mencerminkan kegelisahan yang lebih mendasar mengenai arah prioritas pembangunan Indonesia. Potensi dan realita korups terkait MBG sudah terlalu nyata sedari

The post Kembali ke Pangkal Jalan appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Lima Kualitas Pemimpin yang Dibutuhkan ISI Padang Panjang Hari Ini

Setiap zaman tentu melahirkan tantangan kepemimpinannya sendiri. Perguruan tinggi seni hari ini menghadapi situasi yang jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, transformasi industri kreatif, mobilitas global, hingga perubahan cara generasi muda belajar, telah mengubah lanskap pendidikan tinggi secara mendasar. Situasi tersebut menuntut lahirnya model kepemimpinan yang tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan administratif semata. Perguruan tinggi seni saat ini dituntut menjalankan banyak fungsi sekaligus. Kampus tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga ruang produksi pengetahuan, laboratorium penciptaan seni, pusat pengembangan kebudayaan, serta penghubung antara tradisi lokal dan dunia global. Pemilihan Rektor ISI Padangpanjang periode 2026–2030 saat

The post Lima Kualitas Pemimpin yang Dibutuhkan ISI Padang Panjang Hari Ini appeared first on Langgam.id.

BBM, Kolom

[POLA] Kenaikan BBM dan Sumbar yang Elok Laku

OlehHabieb Aulia SufiPeneliti Keadilan Ekologis & Analis Kebijakan LBH Padang Saya pengguna motor supra butut yang lebih sering mengisi pertamax tiap kali ke SPBU. Bukan karena kecocokannya dengan Rasio Kompresi motor saya, namun karena saya malas untuk mengantri pertalite yang menjemukan itu. Saya salut dengan abang-abang driver ojol yang sabar mengantri pertalite yang dalam sehari barangkali bisa lebih dari sekali. Kalau saya punya SPBU, saya bakal bikin jalur pengisian khusus driver ojol ini, tentunya BBM yang bersubsidi. Toh sebagian besar hidup mereka memang dihabiskan di atas jalan. Ketika harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter,Rp17.000 kalau di Sumbar, saya teringat

The post Kenaikan BBM dan Sumbar yang Elok Laku appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Krisis Komunikasi Politik Era Algoritma

Suatu masa, pidato politik berdiri sebagai panggung utama kekuasaan. Surat kabar memuatnya di halaman depan, radio menyiarkannya secara langsung, dan televisi menghadirkannya ke ruang keluarga. Publik menunggu pidato para pemimpin dunia dengan penuh perhatian karena setiap kata mengandung arah kebijakan, sinyal politik, dan gambaran masa depan sebuah bangsa. Pidato menjadi arena pertarungan gagasan sekaligus instrumen pembentuk legitimasi. Sejarah mencatat, satu pidato mampu menggerakkan massa, membangun imajinasi kolektif, dan mengubah perjalanan negara. Itu dulu. Revolusi digital mengubah lanskap tersebut secara mendasar. Perkembangan teknologi informasi membawa pidato memasuki ruang digital yang bergerak cepat dan dipengaruhi algoritma. Kini, pidato politik menjadi konten dalam

The post Krisis Komunikasi Politik Era Algoritma appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini, Pendidikan

[POLA] Merdeka Mengajar: Refleksi Jelang Tahun Ajaran Baru

Sebentar lagi, lonceng tahun ajaran baru kembali bergema. Gerbang-gerbang Satuan Pendidikan akan kembali ramai oleh langkah kaki anak-anak yang membawa tas punggung, semangat baru, dan harapan yang dititipkan orang tua mereka. Namun dibalik semua itu, ada pertanyaan besar yang seharusnya tidak dilewatkan begitu saja, yaitu apakah setiap orang dalam Satuan Pendidikan sudah benar-benar siap mendidik dengan tujuan yang sesungguhnya? Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang Sisdiknas, yaitu membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bagi Satuan Pendidikan, tujuan ini bukan sekadar

The post Merdeka Mengajar: Refleksi Jelang Tahun Ajaran Baru appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Apakah Kenaikan BI Rate Akan Menurunkan Risk Premium?

Kenaikan BI Rate sering dipahami sebagai langkah cepat untuk menahan pelemahan Rupiah. Pemahaman itu benar, tetapi belum lengkap. Dalam situasi pasar yang sedang kehilangan kepercayaan, pertanyaan paling penting bukan hanya apakah BI Rate mampu memperkuat Rupiah hari ini. Pertanyaan yang lebih mendasar ialah apakah kenaikan BI Rate mampu menurunkan risk premium Indonesia. Jawabannya tidak sederhana. BI Rate dapat menurunkan risk premium jika pasar membaca kenaikan suku bunga sebagai bagian dari perubahan kebijakan yang kredibel, konsisten, dan terkoordinasi. BI Rate tidak akan cukup jika pasar melihat kenaikan itu hanya sebagai respons darurat terhadap pelemahan Rupiah, sementara masalah fiskal, subsidi, belanja populis,

The post Apakah Kenaikan BI Rate Akan Menurunkan Risk Premium? appeared first on Langgam.id.

Infrastruktur, Jalan, Kolom

[POLA] Jalan Putus, Harapan Jangan Terputus

Infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian, penopang denyut kehidupan jutaan warga dari Pesisir Selatan hingga Pasaman, dari Mentawai hingga Solok Selatan. Di Provinsi Sumatera Barat, tanggung jawab menjaga 1.690,50 kilometer jalan provinsi yang membentang di 65 ruas diemban oleh Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR). Namun ketika bencana alam datang silih berganti seperti banjir, longsor, dan erosi, jalan yang sudah susah payah dibangun dan diperbaiki dalam beberapa tahun terakhir kembali menghadapi ujian berat. Inilah kisah perjuangan pemulihan itu: bukan tentang menyerah, melainkan tentang bangkit lebih kuat. Bencana ini adalah ujian berat, tetapi juga menjadi momentum bagi kita

The post Jalan Putus, Harapan Jangan Terputus appeared first on Langgam.id.

Kolom, mahyeldi

[POLA] Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Pembaca Sejarah

“Akhir-akhir ini minat anak muda terhadap sejarah amat rendah. Tetapi kecendrungan ini tampaknya juga terjadi di kalangan kaum politisi di negeri ini. Kebanyakan mereka tidak lagi mempelajari seiarah. Padahal para politisi dari generasi “the founding fathers” di masa lalu memiliki apresiasi sejarah yang amat intens.” Demikian ditulis sejarawan Indonesia, mendiang Profesor Mestika Zed, ketika beliau dengan rendah hati, memberi “kata pengantar” untuk buku saya berjudul “Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah“. Buku ini dicetak Citra Budaya Indonesia tahun 2008 (ISBN 9789793458175), dan digitalisasi Unversitas Michigan, Amerika Serikat, sejak 13 Juli 2010. Hampir dua dasawarsa berlalu, pernyataan Profesor Mestika Zed, masih

The post Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Pembaca Sejarah appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Rupiah Sebagai Barometer Makroekonomi

Rupiah tidak sekadar mata uang. Rupiah mencerminkan cara pasar membaca kekuatan ekonomi Indonesia. Ketika rupiah stabil, pelaku pasar melihat ekonomi nasional memiliki daya tahan, kebijakan yang kredibel, dan prospek pertumbuhan yang terjaga. Ketika rupiah melemah tajam, pasar segera menilai ulang risiko Indonesia. Karena itu, rupiah harus kita tempatkan sebagai barometer makroekonomi, bukan hanya sebagai angka harian di papan kurs. Data terbaru memperkuat pesan tersebut. Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,61 persen secara tahunan pada Triwulan I-2026. Angka ini menunjukkan bahwa mesin ekonomi masih bekerja. Inflasi April 2026 juga berada pada 2,42 persen secara tahunan, masih dalam rentang sasaran Bank Indonesia. Di

The post Rupiah Sebagai Barometer Makroekonomi appeared first on Langgam.id.

Kesehatan, Kolom

[POLA] Menjaga Kepercayaan dan Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan

Belakangan ini, ruang publik kita sering dipenuhi berbagai berita tentang dugaan malpraktik, pelanggaran etik, konflik pelayanan kesehatan, hingga tuntutan hukum terhadap dokter dan rumah sakit. Di era media sosial, sebuah potongan informasi dapat menyebar begitu cepat, membentuk opini, memunculkan kemarahan, bahkan kadang menghadirkan penghakiman sebelum suatu peristiwa dipahami secara utuh. Situasi ini sesungguhnya menghadirkan luka di banyak sisi. Ada pasien dan keluarga yang sedang menghadapi kesedihan, kehilangan, atau rasa kecewa akibat hasil pelayanan kesehatan yang tidak sesuai harapan. Namun di sisi lain, ada pula dokter dan tenaga kesehatan yang diam-diam memikul tekanan batin yang sangat besar ketika dedikasi dan niat

The post Menjaga Kepercayaan dan Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top