Opini Pakar

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Pertarungan Realita dan Otorisasi Keotentikan Objek Nyata Tersembunyi

Manusia membangun peradaban di atas kemampuan membedakan antara yang nyata dan yang tidak nyata. Sejak awal sejarah pengetahuan, benda yang dapat dilihat, disentuh, diukur, dan diverifikasi selalu menjadi titik awal pencarian kebenaran. Namun dalam praktik kehidupan sosial, politik, hukum, bahkan akademik, sering muncul keadaan yang paradoksal. Sebuah benda nyata ada, tersimpan, dan dapat diperiksa, tetapi perdebatan justru berlangsung tanpa menjadikan benda tersebut sebagai pusat pembuktian. Fenomena ini melahirkan situasi yang menarik sekaligus problematik. Kebenaran tidak lagi ditentukan oleh keberadaan objek yang sesungguhnya, melainkan oleh siapa yang memiliki otoritas untuk berbicara tentang objek tersebut. Akibatnya, realitas yang seharusnya menjadi hakim tertinggi

The post Pertarungan Realita dan Otorisasi Keotentikan Objek Nyata Tersembunyi appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Teknologi Digital dan Imajinasi Baru Tentang Multikulturalisme

Indonesia sejak awal dibangun di atas kesadaran akan keberagaman. Kita memahami Indonesia sebagai bangsa multikultural. Semangat itu dirumuskan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun kita berbeda-beda, tetapi tetap satu. Namun, mulitikulturalisme bukanlah sesuatu yang dipahami secara tetap. Cara masyarakat Indonesia membayangkan dan memaknai kemajemukan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Dalam konteks ini, perkembangan teknologi digital merupakan salah satu faktor penting yang mengubah imajinasi masyarakat tentang multikulturalisme Indonesia itu. Jika pada masa lalu keberagaman terutama dibayangkan melalui institusi negara dan media massa, kini ia semakin banyak dialami secara langsung melalui internet dan media sosial. Benedict Anderson (1983), seorang pemikir kebangsaan, pernah

The post Teknologi Digital dan Imajinasi Baru Tentang Multikulturalisme appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Anatomi Utang

Utang tidak pernah berdiri sebagai angka mati dalam neraca negara. Utang selalu lahir dari hubungan antara kebutuhan pembangunan, keterbatasan penerimaan, defisit perdagangan, kesenjangan tabungan, dan kepercayaan pasar. Karena itu, debat publik tentang utang tidak boleh berhenti pada pertanyaan apakah negara boleh berutang atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting ialah: untuk apa negara berutang, dari mana sumber pembayarannya, bagaimana struktur risikonya, dan apakah utang itu memperbesar kapasitas ekonomi masa depan. Anatomi utang dimulai dari celah pembiayaan. Ketika impor melebihi ekspor, negara membutuhkan devisa tambahan. Ketika belanja negara lebih besar daripada penerimaan pajak, pemerintah membutuhkan pembiayaan. Ketika investasi nasional melampaui tabungan domestik,

The post Anatomi Utang appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Gempuran Kepada Pemimpin Mengaburkan Kutub

Dalam sejarah politik berbagai bangsa, terdapat pemimpin yang menghadapi perlawanan karena ketegasan sikapnya. Namun ada pula pemimpin yang justru menghadapi gempuran dari segala arah karena ketidakjelasan sikapnya. Fenomena kedua inilah yang sering kali lebih rumit. Ketika seorang pemimpin tidak menunjukkan secara jelas kutub keberpihakannya, maka hampir semua kelompok politik akan memiliki alasan untuk meragukannya. Pendukung menjadi ragu karena tidak memperoleh kepastian arah. Lawan politik terus menyerang karena melihat adanya ruang kelemahan. Sementara kelompok netral kehilangan kepercayaan karena tidak mampu membaca ke mana sebenarnya negara sedang diarahkan. Kondisi tersebut menjadi semakin kompleks ketika lingkungan kekuasaan di sekitar pemimpin terdiri atas berbagai

The post Gempuran Kepada Pemimpin Mengaburkan Kutub appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Kembali ke Pangkal Jalan

Sebagian besar dosen, peneliti, dan pelaku pengabdian masyarakat di Indonesia tampak tercenung ketika mengetahui bahwa total pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat nasional pada tahun 2026 hanya sekitar Rp1,7 triliun. Angka tersebut tentu tidak kecil. Namun perspektif berubah ketika angka itu dibandingkan dengan alokasi Rp335 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun yang sama. Di media sosial, muncul komentar sinis sekaligus reflektif dari kalangan akademisi: “Itu hanya setara dua hari MBG.” Komentar tersebut mungkin terdengar berlebihan. Namun sesungguhnya ia mencerminkan kegelisahan yang lebih mendasar mengenai arah prioritas pembangunan Indonesia. Potensi dan realita korups terkait MBG sudah terlalu nyata sedari

The post Kembali ke Pangkal Jalan appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Lima Kualitas Pemimpin yang Dibutuhkan ISI Padang Panjang Hari Ini

Setiap zaman tentu melahirkan tantangan kepemimpinannya sendiri. Perguruan tinggi seni hari ini menghadapi situasi yang jauh berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, transformasi industri kreatif, mobilitas global, hingga perubahan cara generasi muda belajar, telah mengubah lanskap pendidikan tinggi secara mendasar. Situasi tersebut menuntut lahirnya model kepemimpinan yang tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan administratif semata. Perguruan tinggi seni saat ini dituntut menjalankan banyak fungsi sekaligus. Kampus tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga ruang produksi pengetahuan, laboratorium penciptaan seni, pusat pengembangan kebudayaan, serta penghubung antara tradisi lokal dan dunia global. Pemilihan Rektor ISI Padangpanjang periode 2026–2030 saat

The post Lima Kualitas Pemimpin yang Dibutuhkan ISI Padang Panjang Hari Ini appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Krisis Komunikasi Politik Era Algoritma

Suatu masa, pidato politik berdiri sebagai panggung utama kekuasaan. Surat kabar memuatnya di halaman depan, radio menyiarkannya secara langsung, dan televisi menghadirkannya ke ruang keluarga. Publik menunggu pidato para pemimpin dunia dengan penuh perhatian karena setiap kata mengandung arah kebijakan, sinyal politik, dan gambaran masa depan sebuah bangsa. Pidato menjadi arena pertarungan gagasan sekaligus instrumen pembentuk legitimasi. Sejarah mencatat, satu pidato mampu menggerakkan massa, membangun imajinasi kolektif, dan mengubah perjalanan negara. Itu dulu. Revolusi digital mengubah lanskap tersebut secara mendasar. Perkembangan teknologi informasi membawa pidato memasuki ruang digital yang bergerak cepat dan dipengaruhi algoritma. Kini, pidato politik menjadi konten dalam

The post Krisis Komunikasi Politik Era Algoritma appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Apakah Kenaikan BI Rate Akan Menurunkan Risk Premium?

Kenaikan BI Rate sering dipahami sebagai langkah cepat untuk menahan pelemahan Rupiah. Pemahaman itu benar, tetapi belum lengkap. Dalam situasi pasar yang sedang kehilangan kepercayaan, pertanyaan paling penting bukan hanya apakah BI Rate mampu memperkuat Rupiah hari ini. Pertanyaan yang lebih mendasar ialah apakah kenaikan BI Rate mampu menurunkan risk premium Indonesia. Jawabannya tidak sederhana. BI Rate dapat menurunkan risk premium jika pasar membaca kenaikan suku bunga sebagai bagian dari perubahan kebijakan yang kredibel, konsisten, dan terkoordinasi. BI Rate tidak akan cukup jika pasar melihat kenaikan itu hanya sebagai respons darurat terhadap pelemahan Rupiah, sementara masalah fiskal, subsidi, belanja populis,

The post Apakah Kenaikan BI Rate Akan Menurunkan Risk Premium? appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Rupiah Sebagai Barometer Makroekonomi

Rupiah tidak sekadar mata uang. Rupiah mencerminkan cara pasar membaca kekuatan ekonomi Indonesia. Ketika rupiah stabil, pelaku pasar melihat ekonomi nasional memiliki daya tahan, kebijakan yang kredibel, dan prospek pertumbuhan yang terjaga. Ketika rupiah melemah tajam, pasar segera menilai ulang risiko Indonesia. Karena itu, rupiah harus kita tempatkan sebagai barometer makroekonomi, bukan hanya sebagai angka harian di papan kurs. Data terbaru memperkuat pesan tersebut. Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,61 persen secara tahunan pada Triwulan I-2026. Angka ini menunjukkan bahwa mesin ekonomi masih bekerja. Inflasi April 2026 juga berada pada 2,42 persen secara tahunan, masih dalam rentang sasaran Bank Indonesia. Di

The post Rupiah Sebagai Barometer Makroekonomi appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini Pakar

[POLA] Kepemimpinan Negara Mensejahterakan Rakyat

Negara sering kali dinilai melalui angka-angka besar yang sulit dipahami rakyat biasa. Pertumbuhan ekonomi diumumkan tinggi, investasi disebut meningkat, dan proyek pembangunan terlihat megah. Namun di sisi lain, rakyat masih kesulitan membeli kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan sulit diperoleh, biaya pendidikan mahal, dan rasa aman sosial melemah. Kondisi ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan negara sering terputus dari realitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Dalam sistem kepemimpinan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, ukuran keberhasilan negara seharusnya bersifat praktis, mudah diukur, mudah dievaluasi, dan langsung menyentuh kehidupan rakyat. Ukuran tersebut tidak boleh hanya menjadi indikator administratif di atas kertas, tetapi harus menjadi cermin nyata apakah

The post Kepemimpinan Negara Mensejahterakan Rakyat appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top