Opini

Kolom, Opini

Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli

Tiga dekade sejak peristiwa 27 Juli 1996. Dalam diskursus sejarah politik Indonesia, kerusuhan dua puuluh tujuh juli yang kerap diakronimkan sebagai Kudatuli ini patut didudukkan secara lebih proporsional, melampaui narasi faksionalisme internal di dalam tubuh Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Secara konseptual dan teoretis, insiden ini memberikan kerangka pembacaan mengenai karakteristik kekuasaan sentralistik dan bagaimana intervensi negara yang melampaui batas dapat berdampak pada disfungsi institusi politik serta pembatasan kebebasan sipil. Memang, memahami eskalasi politik pada 27 Juli 1996 pada dasarnya membutuhkan analisis terhadap struktur kekuasaan dan desain institusional pada dekade 1990-an. Pada masa itu, konsolidasi politik pemerintah mulai berhadapan dengan dinamika

The post Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli appeared first on Langgam.id.

Jalan Tol, Kolom, Kolom S Metron, Opini, Sumbar

Epistemicide di Jalan Tol

Perdebatan seputar pembangunan jalan tol kian hari kian eskalatif dan panas. Ruang publik riuh oleh silang pendapat, mulai dari kalkulasi teknokratis yang analitis oleh para pakar dan akademisi hingga reaksi emosional yang reaktif oleh sebagian masyarakat. Biarlah silang sengketa itu menguji kedewasaan berfikir kita, sebab pada akhirnya nilai dari sebuah argumentasi memang tergantuang pada cupak masiang-masiang: panuah atau badakuak. Dalam ruang perdebatan yang semarak ini, posisi saya berdiri dengan jelas sebagaimana saya jelaskan di dalam tulisan ini. kemudian tulisan ini hadir sebagai penguat atas gagasan yang sebelumnya telah saya paparkan di Langgam.id. Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan jalan tol seksi Sicincin-Bukittinggi yang

The post Epistemicide di Jalan Tol appeared first on Langgam.id.

Kolom, Opini

Menziarahi Akar Sejarah Semen Padang FC di Lawang

Angin dingin berembus lembut mengusap wajah kami, membawa kesegaran khas dataran tinggi. Di atas sana, matahari sebenarnya sedang tegak lurus selepas zuhur. Namun, teriknya kalah oleh arak-arak kabut yang pelan-pelan turun menyelimuti perjalanan. Hari itu, Senin siang tanggal 6 Juni 2027, kami sedang melaju santai menuju sebuah desa di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Lawang, nama daerah di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyambut kami dengan hawa sejuknya yang setia menemani sepanjang jalan. Perjalanan kali ini terasa sangat spesial. Saya tidak sendiri. Saya ditemani oleh seorang sahabat baik, Rivalwan, S.Si., M.Pd., Aefo-P, seorang dosen ilmu olahraga yang

The post Menziarahi Akar Sejarah Semen Padang FC di Lawang appeared first on Langgam.id.

Scroll to Top