Gunung Marapi Erupsi Lagi, Pakar GIS Sumbar Peringatkan Hal Ini
Langgam.id – Erupsi Gunung Marapi pada Sabtu (26/09/2026) malam menunjukkan bahwa risiko bencana tidak selalu mengikuti batas administratif maupun jarak dari kawah. Praktisi GIS sekaligus Pengamat Kebencanaan dan Tata Ruang Sumbar Timtim Deby Purnasebta mengatakan, erupsi Marapi perlu dibaca sebagai peristiwa ruang. “Bencana tidak pernah bekerja dalam batas-batas administratif yang dibuat manusia. Abu vulkanik tidak mengenal batas kabupaten, kecamatan, bahkan kota,” kata Timtim dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026). Gunung Marapi erupsi pada pukul 21.40 WIB. Data Pos Pengamatan Gunungapi Marapi mencatat amplitudo maksimum sekitar 30 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu tidak dapat diamati dari pos
The post Gunung Marapi Erupsi Lagi, Pakar GIS Sumbar Peringatkan Hal Ini appeared first on Langgam.id.